Tangerang Dilanda Bencana Beruntun: Banjir dan Pohon Tumbang Paralisis Kawasan Permukiman dan Jalan Utama
Tangerang- Hujan deras yang disertai angin kencang melanda Kota Tangerang, mengakibatkan kondisi chaos di sejumlah titik. Bencana banjir dan serangkaian insiden pohon tumbang membuat beberapa kawasan utama, terutama Karawaci dan Periuk, lumpuh total dan menimbulkan kerugian material yang signifikan.

Baca Juga : Silang Pendapat Rp 5.000 Berujung Pengeroyolan, Tukang Parkir Ditangkap Dramatis
Banjir tidak hanya menggenangi jalan-jalan protokol, tetapi juga menerobos masuk ke permukiman warga, mengganggu aktivitas dan mengisolasi ratusan kepala keluarga. Sementara itu, pohon-pohon besar yang tumbang akibat terjangan angin kencang menimpa kendaraan dan memutus akses jalan, memperparah situasi yang sudah semrawut.
Ratusan Keluarga Terisolasi, Banjir Setinggi Dada Melanda Permukiman di Periuk
Dampak paling mengkhawatirkan terjadi di kawasan Periuk. Di Perumahan Taman Cibodas, Kelurahan Sangiang Jaya, air bah meluap dengan ketinggian yang mengerikan, mencapai sekitar 60 sentimeter. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.57 WIB ini bukan hanya membanjiri jalan lingkungan, tetapi juga merendam puluhan rumah.
Data sementara dari pihak berwenang memperkirakan sedikitnya 203 Kepala Keluarga (KK) merasakan dampak langsung dari genangan air yang masuk ke dalam rumah mereka. Warga terpaksa mengungsi ke lantai dua atau bagian rumah yang lebih tinggi, sementara sejumlah harta benda berusaha diselamatkan dari terjangan air.
Tidak berhenti di situ, banjir juga melumpuhkan infrastruktur transportasi. Jembatan Alamanda terendam setinggi 30 cm, memutus akses kendaraan ringan. Sementara itu, kawasan Perum Duta Indah juga tak luput, dengan genangan mencapai 20 cm. Wilayah lain seperti Jalan Raya Merdeka di Karawaci serta area depan GOR dan Pasar Lama di Kecamatan Tangerang juga dilaporkan terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 40 sentimeter.
Pohon Tumbang Beruntun, Kendaraan Jadi Korban di Jalan Imam Bonjol
Sementara banjir merendam permukiman, amukan angin kencang menimbulkan malapetaka lain di ruas jalan utama. Insiden pohon tumbang terjadi secara beruntun dan paling parah dilaporkan di sepanjang Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Karawaci.
Tidak tanggung-tanggung, tiga insiden beruntun dicatat dalam satu lokasi. Di kawasan Ruko Victoria Park, sebuah pohon tumbang dan menimpa satu unit mobil yang sedang terparkir atau melintas, menyebabkan kerusakan parah pada body kendaraan. Tragedi serupa terjadi di depan Sugih Jaya, di mana sebuah pohon roboh dan menimpa satu unit truk dan satu unit mobil Honda Brio. Akibat insiden beruntun ini, akses Jalan Imam Bonjol sempat lumpuh total dan menimbulkan kemacetan panjang.
Gangguan akibat pohon tumbang tidak hanya terpusat di Karawaci. Di Kecamatan Cibodas, sebuah pohon tumbang dan menghantam area parkir kantor kecamatan setempat, merusak beberapa kendaraan roda dua yang sedang terparkir. Kejadian mencemaskan lainnya terjadi di Perum Aster RW13, di mana pohon yang tumbang tidak hanya memblokir jalan, tetapi juga menimpa kabel listrik, meningkatkan risiko konsleting dan bahaya sengatan listrik.
BPBD Bergerak Cepat, Imbau Warga Tetap Waspada
Menanggapi situasi darurat ini, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyatakan bahwa timnya telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak. Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cibodas dan tim dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dikerahkan untuk menangani insiden pohon tumbang, melakukan evakuasi bangkai pohon, serta membantu mengamankan kendaraan yang menjadi korban.
Kami mengimbau kepada seluruh warga Kota Tangerang untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegas Mahdiar. “Cuaca ekstrem seperti ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. Disarankan untuk menghindari daerah rawan banjir, pohon tua, dan baliho besar, serta selalu memantau informasi terbaru dari pihak berwenang.
Tim BPBD Menghadapi Tantangan Berlapis
Akibatnya, tim penanganan darurat menghadapi pekerjaan yang berlapis. Di satu sisi, mereka harus mengevakuasi pohon-pohon besar yang merintasi jalan. Di sisi lain, mereka juga perlu mengkoordinasikan pemadaman listrik di area yang kabelnya putus untuk mencegah bahaya yang lebih besar. Sebagai contoh, di Perum Aster, tim harus menunggu konfirmasi dari PLN sebelum membersihkan pohon yang menimpa kabel.
Selanjutnya, fokus bantuan mulai bergeser ke korban banjir. Relawan dari berbagai komunitas pun mulai berdatangan membawa bantuan. Misalnya, di Posko RW Taman Cibodas, mereka membagikan makanan siap saji dan air bersih. “Kami kehilangan akses untuk memasak, sehingga bantuan seperti ini sangat membantu,” ujar Sari, salah satu warga yang terdampak.
Bahkan, Hujan Deras aktivitas ekonomi warga turut mengalami gangguan. Beberapa warung kelontong dan kios di Pasar Lama terpaksa tutup karena air menggenangi tempat usaha mereka. Akibatnya, para pedagang ini tidak hanya menghadapi kerusakan barang, tetapi juga kehilangan pendapatan untuk sementara waktu.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum mulai mengerahkan pompa air portable ke lokasi-lokasi genangan yang paling dalam. Namun demikian, upaya ini masih terkendala oleh akses jalan yang sempit dan tersumbat sampah. Oleh karena itu, pihak dinas juga mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan guna mendukung kelancaran penanganan banjir.
Kedepannya, Pemerintah Kota berjanji akan mengevaluasi dua hal utama: kapasitas drainase dan kesehatan pohon-pohon di tepi jalan. Dengan demikian, mereka berharap dapat meminimalisir dampak kejadian serupa di masa yang akan datang.




