Rabu, 6 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Lapangan Hijau LinkLapangan Hijau Link
Lapangan Hijau Link - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Penanaman Jagung Serentak, Polri Jalankan Strategi...
Berita

Penanaman Jagung Serentak, Polri Jalankan Strategi Terukur Dongkrak Ketahanan Pangan

Polri Garap Lumbung Pangan Nasional: Dari Inovasi Bibit Unggul hingga Gudang Modern Dukung Program Prabowo-Gibran Tanggerang- Dalam komitmennya mendukung penuh program ketahanan

Penanaman Jagung Serentak, Polri Jalankan Strategi Terukur Dongkrak Ketahanan Pangan

Polri Garap Lumbung Pangan Nasional: Dari Inovasi Bibit Unggul hingga Gudang Modern Dukung Program Prabowo-Gibran

Tanggerang- Dalam komitmennya mendukung penuh program ketahanan pangan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan serangkaian inovasi strategis dan terukur yang telah dan akan terus dijalankan oleh Polri. Paparan ini disampaikan dalam acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV di Tangerang, Banten, yang menandakan langkah nyata Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan ekonomi nasional.

Penanaman Jagung Serentak, Polri Jalankan Strategi Terukur Dongkrak Ketahanan Pangan
Penanaman Jagung Serentak, Polri Jalankan Strategi Terukur Dongkrak Ketahanan Pangan

Baca Juga : Jantung Saksi Mata Berdebar Kencang Menyaksikan Pajero Seret Motor Dan Picu Bunga Api

“Dukungan kami terhadap program strategis nasional ini diwujudkan dalam berbagai terobosan yang menyentuh seluruh mata rantai, dari hulu hingga hilir,” tegas Jenderal Sigit.

Revolusi Hasil Panen dengan Teknologi Presisi

Salah satu terobosan andalan yang dipaparkan adalah pemanfaatan Bibit Unggul Hibrida P27 yang dikawinkan dengan Pupuk Tekno MIGO Presisi Bhayangkara. Kombinasi canggih ini bukan sekadar teori, tetapi telah membuktikan peningkatan hasil yang signifikan di lapangan.

“Dengan inovasi ini, kami berhasil meningkatkan hasil panen dari yang sebelumnya hanya sekitar 4 ton per hektare, melonjak drastis menjadi antara 9 hingga 14 ton per hektare. Ini adalah lompatan produktivitas yang sangat berarti untuk memperkuat cadangan pangan kita,” jelas Kapolri dengan detail.

SDM Unggul dan Pemanfaatan Limbah Menjadi Emas

Guna mengoptimalkan inovasi teknologi tersebut, Polri juga melakukan pembenahan dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). Sebanyak 333 Bintara dengan Kompetensi Khusus (BKK) di bidang pertanian telah direkrut. Kehadiran personel yang ahli di bidangnya ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak di lapangan, memastikan teknik budidaya yang tepat guna dan berkelanjutan.

Penanaman Tidak berhenti di situ, jiwa inovasi Polri juga terlihat dari pemanfaatan limbah. Melalui kolaborasi dengan Universitas Sriwijaya, Polri mengubah eceng gondok, yang sering dianggap sebagai gulma pengganggu, menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Pupuk ini tidak hanya kaya unsur hara, tetapi juga sangat ekonomis.

“Biaya produksi pupuk organik dari eceng gondok ini hanya Rp773.000 per hektar. Angka ini jauh lebih hemat, hingga 86%, dibandingkan penggunaan pupuk kimia yang bisa mencapai Rp5,9 juta per hektar. Ini efisiensi yang luar biasa,” ungkap Jenderal Sigit.

Di Banten, program POLIRAN (Polisi Peduli Pengangguran) mengajak masyarakat mengolah sampah organik (sisa sayuran, daun kering, limbah dapur) menjadi eco-enzyme dan kompos. Sementara di Bangka Belitung, kotoran dari pembudidayaan kelinci dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik, menciptakan siklus ekonomi sirkular yang zero waste.

Menaklukkan Lahan Kritis dengan Teknologi Ramah Lingkungan

Polri menunjukkan bahwa tidak ada lahan yang tidak bisa dioptimalkan. Bersama Universitas Lambung Mangkurat, mereka berhasil mentransformasi lahan basah dengan tingkat keasaman (pH) di bawah 5—kondisi yang sangat tidak ideal untuk pertanian—menjadi lahan produktif. Kunci keberhasilannya adalah penggunaan batu mineral asal Korea yang mampu menetralisir keasaman tanah.

Untuk mengatasi tantangan irigasi, Polri memanfaatkan Solar Water Pump, sebuah teknologi pompa air bertenaga panel surya berkapasitas 5.680 watt. Teknologi ini mendukung sistem irigasi yang efisien dan ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada listrik dan BBM.

Yang tak kalah futuristik adalah pemanfaatan teknologi Watergen. Alat ini mampu menghasilkan 100 hingga 350 liter air bersih per hari hanya dengan mengekstrak kelembapan udara. Teknologi ini menjadi solusi cerdas untuk daerah pertanian yang kering, memastikan ketersediaan air sepanjang tahun.

Penutup Rantai Pasok: Gudang Pangan Modern Siap Operasi

Sebagai penjamin ketersediaan pasca-panen, Kapolri melaporkan bahwa pembangunan 18 unit Gudang Ketahanan Pangan yang tersebar di 12 provinsi dengan kapasitas total 18.000 ton telah rampung 100%. Gudang-gudang modern ini, yang sebelumnya di-ground breaking oleh Presiden RI pada 5 Juni 2025, merupakan tulang punggung logistik pangan.

Tags: Hibrida P27 Jenderal Listyo Sigit Prabowo Tanggerang

Baca Juga: Foodie Corner