Tangerang Diguncang Kebakaran Hebat: Gudang Limbah Baterai di Pakuhaji Hangus Dilalap Si Jago Merah
Tanggerang- Penduduk di sekitar Pergudangan Laksana, Desa Pakuhaji, digegerkan oleh pemandangan mencekam pada dini hari Kamis (tanggal). Sekitar pukul 04.11 WIB, kobaran api dahsyat membumbung tinggi mengonsumsi sebuah gudang limbah baterai, mengubah lokasi tersebut menjadi lautan jilatan si jago merah yang mengkhawatirkan.

Baca Juga : Konflik Pemilik Usaha Lampu Mobil Berujung Hukum, Saling Melaporkan Soal Harta Warisan
Gudang yang dikelola oleh PT Karung Guni Sejahtera di Blok FC 25 itu dilaporkan ludes terbakar. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengonfirmasi peristiwa tragis ini.
“Iya, betul. Lokasi kejadian adalah gudang penyimpanan limbah baterai di Pergudangan Laksana Blok FC 25, Desa Pakuhaji,” jelas Taufik ketika dikonfirmasi.
Sumber api dan penyebab pasti kebakaran masih diselidiki. Taufik menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan awal musibah ini.
Untuk sementara, kami belum bisa memastikan titik awal atau pemicu kebakaran
Semuanya masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh kepolisian,” ungkapnya. Hal ini menimbulkan spekulasi dan keingintahuan publik mengenai potensi risiko yang tersembunyi di balik gudang limbah tersebut.
Kronologi kejadian berawal dari laporan warga setempat yang panik menyaksikan api berkobar dengan cepat dari dalam gudang. Dengan sigap, mereka menghubungi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Pakuhaji untuk meminta bantuan darurat.
“Begitu laporan masuk ke Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi), kami langsung berkoordinasi dengan Pos Damkar Pakuhaji. Tim diterjunkan secepatnya ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman pertama,” papar Taufik, menggambarkan respons cepat petugas.
Mengingat besarnya kobaran api, upaya pemadaman tidak hanya melibatkan satu tim
BPBD kemudian memerintahkan bantuan dari Pos Damkar Sepatan untuk memperkuat proses penanganan di lapangan. Kerja sama kedua tim ini dibutuhkan untuk membendung api yang sempat membesar dengan cepat dan mencegahnya menjalar ke unit pergudangan lainnya.
Di tengah musibah yang merugikan ini, terdapat satu kabar yang patut disyukuri. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran hebat tersebut.
“Alhamdulillah, dari laporan yang kami terima, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, untuk perkiraan total kerugian material, kami belum bisa memberikan angka pastinya karena proses pendinginan dan investigasi masih berlangsung,” pungkas Taufik.
Kejadian ini menyisakan sejumlah pertanyaan kritis bagi masyarakat, terutama mengenai standar keamanan dan keselamatan dalam penyimpanan limbah baterai yang dikenal mengandung bahan kimia berbahaya. Potensi pencemaran udara dan lingkungan pascakebakaran juga menjadi perhatian serius yang membutuhkan pengawasan ketiga dari pihak berwenang. Proses investigasi polisi dinantikan untuk mengungkap fakta dan penyebab sebenarnya di balik musibah ini.