Rabu, 6 Mei 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Lapangan Hijau LinkLapangan Hijau Link
Lapangan Hijau Link - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Damkar Ciledug Amankan Ekosistem UMKM Dengan Pelat...
Berita

Damkar Ciledug Amankan Ekosistem UMKM Dengan Pelatihan Kebakaran Inklusif

Inklusivitas di Garis Depan: Damkar Ciledug Hadirkan Pelatihan Kebakaran Inklusif bagi UMKM dengan Pekerja Difabel Tanggerang- Keselamatan tidak mengenal batas, termasuk bagi penyandang

Damkar Ciledug Amankan Ekosistem UMKM Dengan Pelatihan Kebakaran Inklusif

Inklusivitas di Garis Depan: Damkar Ciledug Hadirkan Pelatihan Kebakaran Inklusif bagi UMKM dengan Pekerja Difabel

Tanggerang- Keselamatan tidak mengenal batas, termasuk bagi penyandang disabilitas. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Damkar Ciledug, BPBD Kota Tangerang, ketika mereka menyelenggarakan pelatihan penanggulangan kebakaran yang inklusif dan menyentuh hati. Sasaran utamanya adalah para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang aktivitas produksinya bersinggungan langsung dengan sumber api, salah satunya adalah UMKM Manisss Food.

Damkar Ciledug Amankan Ekosistem UMKM Dengan Pelatihan Kebakaran Inklusif
Damkar Ciledug Amankan Ekosistem UMKM Dengan Pelatihan Kebakaran Inklusif

Baca Juga : Kapolres Dipimpin Langsung Dua Agenda Kebersamaan Dengan Masyarakat

UMKM yang berlokasi di Perumahan Pondok Surya, Kelurahan Karang Tengah, ini memiliki cerita istimewa. Sejak didirikan pada 2020, Manisss Food yang memproduksi camilan renyah peyek, secara aktif memberdayakan tenaga kerja difabel. Dari 20 orang pekerjanya, mayoritas adalah penyandang Tunarungu. Kondisi ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi petugas pemadam kebakaran untuk berinovasi dalam menyampaikan materi.

“Memberikan pelatihan kepada para pekerja yang tidak dapat mendengar memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Komunikasi adalah kunci utama dalam situasi darurat,” ujar Barasetio, Petugas UPT Damkar Ciledug, dengan penuh semangat. “Namun, kami yakin, hak untuk memahami keselamatan diri adalah hak semua orang, tanpa terkecuali.”

Tantangan itu dijawab dengan kesabaran dan kreativitas

Petugas Damkar pun meninggalkan cara konvensional dan beralih menggunakan bahasa isyarat. Setiap langkah, dari teori hingga praktik, diperagakan berulang kali dengan gerakan tangan yang jelas dan ekspresif. Awalnya, suasana sempat mencekam saat api dinyalakan. Beberapa pekerja spontan menunjukkan ekspresi panik. Namun, ketegangan itu berhasil diubah menjadi keberanian berkat pendekatan yang tenang dan penuh empati dari para petugas.

“Kami tidak hanya mengajarkan, tetapi juga belajar. Belajar memahami dunia mereka, belajar berkomunikasi dengan hati. Melihat akhirnya mereka bisa menguasai teknik pemadaman adalah kepuasan yang tak ternilai,” sambung Barasetio.

Pelatihan yang diberikan sangat komprehensif dan aplikatif

Materi dimulai dari cara memadamkan api secara tradisional menggunakan karung goni basah, yang seringkali menjadi alat pertama yang tersedia di dapur. Kemudian, para pekerja juga dilatih menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) secara modern dan tepat sasaran.

Mengingat produksi peyek membutuhkan kompor gas yang menyala berjam-jam, pelatihan juga difokuskan pada penanganan kebocoran gas. Para diajarkan untuk tidak panik, cara mematikan sumber gas dengan aman, dan mengantisipasi potensi ledakan yang bisa terjadi.

Catur Budi Setiawan, pemilik UMKM Manisss Food, tidak bisa menyembunyikan rasa syukur dan apresiasinya. “Saya sangat berterima kasih kepada Damkar Ciledug. Pendekatan mereka luar biasa. Materi yang biasanya rumit, disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh seluruh tim saya. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi bentuk perhatian nyata bagi keselamatan keluarga besar kami di sini,” ujarnya.

Bagi Catur, pelatihan ini juga merupakan investasi penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. “Dengan pemahaman ini, para pegawai bisa lebih waspada dan hati-hati dalam setiap proses produksi. Kami jadi merasa lebih siap,” pungkasnya.

Keberhasilan pelatihan di UMKM Manisss Food ini diharapkan menjadi pionir dan inspirasi bagi UMKM lainnya. UPT Damkar Ciledug membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku UMKM, khususnya yang bergerak di bidang kuliner dan produksi, untuk mengajukan permohonan pelatihan serupa.

“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM di Kota Tangerang yang aktivitasnya berisiko kebakaran untuk menghubungi BPBD Kota Tangerang atau Pos Damkar terdekat. Mari bersama-sama kita bangun budaya sadar bencana dan ciptakan tempat kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman dan inklusif bagi semua,” tutup Barasetio mengingatkan.

Inisiatif mulia ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat dan niat tulus, upaya pencegahan bencana dapat menjangkau semua lapisan masyarakat, menciptakan ruang yang setara untuk hidup dan bekerja dengan aman.

Tags: Pelatihan Kebakaran Tanggerang UMKM

Baca Juga: Tech Insight